Omega 3, Cerdaskan Buah Hati

Omega 3, Cerdaskan Buah Hati
Orang tua diharapkan untuk menyadari akan pentingnya nutrisi pada 3 tahun pertama kehidupan balita yang dikenal dengan Golden Period. Salah satu nutrisi terpenting dalam Golden Period ini ialah asupan asam lemak esensial Omega 3 yang dapat mencerdaskan si buah hati.

Gizi merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di berbagai negara. Berdasarkan data badan kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization), Indonesia merupakan salah satu negara di Asean yang derajat kesehatan masyarakatnya terendah yaitu berada pada peringkat ke – 142 dari 170 negara. Bahkan hasil survey Kementerian Kesehatan pada tahun 2015 menunjukkan bahwa anak Indonesia alami kurang gizi sebesar 14.9%, gizi buruk sebesar 3,8% dan kelebihan gizi sebesar 1,5% dimana hasil ini sudah mengalami peningkatan positif dibanding pada tahun-tahun sebelumnya. (sumber: http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=16032200005).

Pemerintah terus melakukan program-program perbaikan gizi anak, karena pemerintah sadar benar akan pentingnya peranan gizi terhadap kualitas SDM di Indonesia.

Gizi berperan sangat penting terhadap perkembangan otak anak dimulai dari minggu ke-4 dalam janin sampai anak usia dini. Kebutuhan gizi terdiri dari kebutuhan zat gizi makro (kalori, protein dan lemak) dan kebutuhan zat gizi mikro (vitamin dan mineral).

Kekurangan gizi ini dapat berdampak pada meningkatnya angka kematian balita, berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak. menurut UNICEF (United Nation’s Children Foundation) kurang gizi pada anak dapat menyebabkan menurunnya perkembangan fisik, kecerdasan, mental, kemampuan interaksi anak dengan lingkungan. Anak dengan status gizi buruk atau kurang gizi cendrung lebih terlambat tumbuh kembangnya dibandingkan dengan anak dengan status gizi normal. Ada empat aspek penting dalam menilai tumbuh kembang anak, yakni perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, sosial dan interaksi. Empat aspek ini harus selalu dipantau pekembangannya sesuai dengan tahapan usia anak.


Baca Juga    : Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak Anda


Tiga tahun pertama kehidupan anak merupakan masa paling rawan sebab jika terjadi suatu gangguan maka dapat menyebabkan efek yang menetap, disisi lain perkembangan saraf otak mencapai pada masa terpesat. Sehingga para orang tua diharapkan untuk menyadari akan pentingnya nutrisi pada 3 tahun pertama kehidupan balita yang dikenal dengan Golden Period. Salah satu nutrisi terpenting dalam Golden Period ini ialah asupan asam lemak esensial Omega 3.

Omega 3
(EPA dan DHA) termasuk asam linolenat yang berfungsi untuk pembentukan Spingomielin dan komponen pembentuk sel saraf myelin. Spingomielin yang telah terbentuk digunakan untuk membentuk membrane sel otak dan myelin saraf. Selain itu, jika kadar EPA dan DHA pada otak cukup maka proses perjalanan informasi akan lebih cepat. Informasi yang dibawa akan disampaikan oleh neurotransmitter sesuai dengan perintah otak ke bagian tubuh mana saja yang dituju. Neurotransmitter merupakan zat pembawa rangsangan atau informasi dari sel otak. Namun jika kadar EPA dan DHA pada otak kurang maka proses penyampaian informasi akan melambat, maka inilah salah satu faktor yang mempengaruhi intelegensi atau kecerdasan seseorang terutama si buah hati.

Itu sebabnya, berikan buah hati asupan omega 3 melalui makanannya sehari-hari. Beberapa jenis makanan yang berasal dari laut mengandung omega 3 yang tinggi seperti ikan salmon, tuna, sarden, ikan cod, lobster, dan udang. Selain itu, asupi anak dengan kacang, biji-bijan juga beberapa jenis sayuran hijau. Semua itu diperlukan tubuh si buah hati dalam jumlah yang cukup tinggi terutama di masa pertumbuhannya. (Fina/Inggrid)

Artikel Rekomendasi    : Pentingnya Konsumsi Vitamin D Untuk Anak