Waspadai Gagal Nafas Akibat Fibrosis Paru Idiopatik

Waspadai Gagal Nafas Akibat Fibrosis Paru Idiopatik
Setiap orang dari segala usia bisa mengalami gejala fibrosis paru idiopatik, semakin tinggi usia, semakin tinggi juga rasio menderita penyakit tersebut. Terlebih lagi, kasus ini lebih sering menimpa pria di atas usia 55 tahun, dan sebagian besar memiliki riwayat merokok.

Paru paru merupakan organ utama dari sistem pernapasan, organ ini terletak di tulang rusuk di rongga dada. Fungsi utama organ ini adalah respirasi, yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Paru-paru juga cenderung menderita infeksi tertentu dan berbagai gangguan akibat paparan racun, bahan kimia, dan polusi udara yang terhirup pada saat kita bernafas.

Salah satu gangguan pernapasan yang sering terjadi adalah Fibrosis Paru Idiopatik. Tidak mau bukan pada saatu usia 40 tahun, kita sudah menggunakan oksigen tambahan dari luar untuk melakukan aktivitas ?


Baca Juga : Pentingnya Istirahat yang Cukup Untuk Kesehatan


Definisi
Idiopathic Pulmonary Fibrosis-IPF atau Fibrosis Paru Idiopatik, adalah suatu penyakit fatal di bagian paru-paru, yang berkembang tanpa penyebab yang dapat diidentifikasikan. Seiring dengan memburuknya jaringan paru-paru, dapat meninggalkan luka serta menebalkan jaringan di sekitar dan di antara kantung udara (alveoli) paru-paru, penderita secara bertahap akan kehilangan kemampuan untuk pertukaran oksigen. Hingga pada akhirnya penderita mungkin akan mengalami kematian karena gagal bernapas akibat jaringan paru-paru yang dipenuhi dengan bekas luka itu.

Gejala
Kondisi fibrosis paru, serta tingkat parahnya gejala, dapat bervariasi pada tiap orang. Beberapa orang langsung menjadi sakit (sangat cepat) dan memiliki penyakit yang parah. Beberapa lainnya memiki gejala yang lebih ringan dan semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Adapun gejala umum yang terjadi pada penderita Fibrosis Paru Idiopatik antara lain :`
-    Sesak napas (dyspnea)
-    Batuk kering
-    Kelelahan
-    Penurunan berat badan
-    Sakit otot dan sendi


Penyebab

Penyebab dari fibrosis paru adalah terjadinya peradangan dan penimbunan jaringan paru pada organ alveoli, pada kasus Fibrosis Paru Idiopatik penyebabnya tidak diketahui akan tetapi paparan mikroorganisme dan merokok dapat menyebabkan Fibrosis Paru Idiopatik.


Faktor resiko terhadap fibrosis paru
-    Usia. Meskipun fibrosis paru telah didiagnosis pada anak-anak dan bayi, gangguan ini jauh lebih mungkin untuk memengaruhi orang dewasa, setengah baya, dan orang tua.
-    Merokok. Perokok dan mantan perokok jauh lebih mungkin mengembangkan fibrosis paru dibandingkan orang yang tidak pernah merokok.
-    Pekerjaan. Anda memiliki peningkatan risiko fibrosis paru jika anda bekerja di bidang pertambangan, pertanian, konstruksi, atau jika anda sering terkena polutan yang dapat merusak paru-paru Anda.
-    Perawatan kanker. Pengobatan radiasi untuk dada atau penggunaan obat kemoterapi tertentu membuat Anda rentan terhadap fibrosis paru.
-    Faktor genetik. Beberapa jenis fibrosis paru tampaknya diwariskan dalam keluarga, sehingga komponen genetik diduga turut berpengaruh


Pengobatan
Untuk kasus fibrosis paru biasa diberikan pengobatan beberapa golongan, yaitu antibiotik, bronkodilator dan terapi oksigen. PT K-Link Indonesia memiliki serangkaian produk yang membantu untuk membantu menangani Fibrosis Paru idiopatik, yaitu :

-    K-Liquid Chlorophyll, membantu untuk membersihkan toksin/racun di sepanjang saluran napas serta membantu melebarkan jalan napas dan bersifat antibakteri.
Konsumsi 3 kali sehari satu sloki sebelum makan.
-    Gamat Extract Emulsion, berfungsi untuk meregenerasi dan memperbaiki organ alveoli sehingga membantu kemampuan untuk bernapas normal.
Konsumsi 2 kali sehari satu sloki sebelum makan.
-    K-Ayurveda Ayuasmo, sebagai penguat kerja organ paru-paru termasuk alveoli dapat dikonsumsi 2 kali sehari 2 kapsul sesudah makan
-    Propolis platinum, bertugas untuk mencegah kerusakan makin parah dan mencegah terjadi infeksi didalam organ paru-paru, dikonsumsi 3 kali sehari 3-5 tetes sesudah makan.

Untuk memaksimalkan hasilnya sebaiknya tetap menerapkan pola hidup yang sehat dengan cara berhenti merokok dan menggunakan masker penutup hidung dan mulut saat beraktivitas diluar. Demikian informasi mengenai salah satu penyakit yang disebabkan efek buruk jangka panjang merokok ini yang menyebabkan gagal bernafas. Salam sehat. (Angga/Inggrid)

Artikel Rekomendasi : Paru-Paru Sehat Bebas Asap Rokok