Menangani Patah Tulang Pada Anak

Menangani Patah Tulang Pada Anak
Usia kanak-kanak memang usia untuk bereksplorasi. Dengan cara ini pula anak-anak akan belajar sambil bermain. Semakin aktif seorang anak, maka semakin banyak pengalaman baru yang didapatkannya. Selama fase ini, para orang tua sebaiknya mendukung aktifitas positif anak. Sayangnya, anak-anak terkadang belum memahami tingkat bahaya aktifitas yang dilakukannya. Karena itu pengawasan dari para orang tua sangat penting, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Terjatuh, terbentur hingga patah tulang merupakan kejadian yang sering terjadi.

Jika terjadi cidera pada anak, akan sangat wajar jika orang tua merasa cemas terlebih jika cidera tersebut mengindikasikan adanya patah tulang. Namun, tidak mudah membedakan antara patah tulang atau keseleo serta langkah apa yang harus diambil jika terjadi patah tulang. Oleh sebab itu, penting bagi para orang tua mengetahui gejala serta tindakan yang tepat jika anak mengalami patah tulang.

Baca Juga : Hindari Obesitas Pada Anak Anda


Pengertian
Patah tulang atau disebut juga fraktur adalah suatu kondisi dimana tulang mengalami keretakan atau patah pada tulang yang utuh. Hal ini mengakibatkan terputusnya kontinuitas tulang. Patah tulang biasanya terjadi akibat terjatuh. Pada anak-anak, area yang paling sering mengalami patah adalah pada area siku dan pergelangan tangan. Hal ini disebabkan reaksi normal tubuh ketika terjatuh, akan menahan menggunakan tangan.

Walaupun patah tulang sangat sering terjadi pada anak, berita baiknya pada anak-anak akan lebih cepat penyembuhannya. Hal ini dikarenakan pada anak-anak, tulang masih akan terus bertumbuh sehingga secara alami akan lebih cepat tumbuh tulang baru untuk menyambung tulang yang patah. Patah tulang yang tidak mengalami pergeseran posisi atau hanya sedikit bergeser, akan mengalami perbaikan secara sempurna dengan sendirinya. Ini terjadi karena pada anak terdapat kemampuan perbaikan posisi patahan secara alami (remodeling). Tetapi jika patahan dengan posisi bergeser jauh, terputar, ataupun saling menumpuk (over lapping) maka diperlukan perbaikan posisi (reposisi) oleh dokter ortopedi agar lempengan patahan tulang dapat saling bertemu dan bentuk tulang kembali ke bentuk semula.


Gejala
Tidak mudah mengetahui apakah anak Anda mengalami patah tulang atau tidak, karena anak kecil masih sulit menjelaskan rasa sakit yang dirasakan. Oleh sebab itu, para orang tua harus mengetahui gejala yang timbul ketika terjadi patah tulang agar anak Anda mendapat pertolongan yang tepat. Gejala yang akan muncul jika terjadi patah tulang antara lain:
1.    Rasa sakit dan ngilu pada area tulang yang patah.
2.    Rasa sakit tidak hilang dalam beberapa hari.
3.    Bengkak.
4.    Terkadang disertai memar.
5.    Perubahan bentuk tulang.
6.    Sulit menggerakkan area patah tulang. Pada patah tulang yang hanya terjadi keretakan, anak masih dapat menggerakkan area patahan.


Yang Harus Dilakukan
Jika anak Anda terjatuh dan mengeluh sakit, maka hal dibawah ini dapat Anda lakukan:
•    Periksalah area yang sakit, apakah terdapat memar dan bengkak.
•    Anda dapat sedikit memberikan tekanan pada area yang sakit jika terdapat sakit hebat maka waspadalah terjadi patah tulang.
•    Minta anak untuk menggerakkan area yang sakit.
•    Jika Anda mencurigai anak Anda patah tulang, maka lepaskan baju yang masih melekat, segera kompres es , dan beri balutan agar patahan tulang tidak terjadi pergeseran.
•    Periksalah ke dokter untuk melakukan rontgent.


Solusi
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, umumnya proses penyembuhan patah tulang pada anak akan lebih cepat dibandingkan pada orang dewasa. Pada anak-anak, diperlukan kurang lebih 3-6 bulan untuk proses penyambungan kembali tulang. Berbeda dengan orang dewasa yang memerlukan waktu 6-8 bulan atau lebih untuk menyambungkan kembali tulang yang patah.

Selama masa penyembuhan, biasanya area patahan akan diberi balutan berupa gips untuk membatasi pergerakan pada area patahan. Walaupun secara alami tulang anak akan tumbuh kembali, tapi Anda perlu memberikan suplemen yang baik untuk meningkatkan kemampuan tulang agar tumbuh lebih cepat dan kokoh.

Suplemen yang sangat tepat diberikan untuk anak yang mengalami patah tulang ialah Gamat Extract Emultion dan K-Kids Omega.
Gamat Extract Emultion mengandung protein berupa kolagen yang merupakan unsur utama pembentukan jaringan baru. Sebagian matriks kolagen yang terdapat dalam tubuh, akan menjadi tulang baru yang kuat jika diisi oleh kalsium. Semakin banyak matrik kolagen yang terdapat dalam tulang seseorang, maka semakin cepat pula pertumbuhan tulang baru. Selain itu, Gamat Extract Emultion juga mengandung Chondroitin dan Glukosamin yang dapat mencegah kekakuan sendi sekitar patahan tulang sebagai kompensasi immobilitas (tidak menggerakkan) bagian sendi sekitar patah tulang. Hal ini akan mengurangi kompensasi yang mungkin ditimbulkan akibat gips yang harus dipasang selama masa penyambungan tulang.

Selain Gamat Extract Emultion, Anda dapat menambahkan K-Kids Omega sebagai pelengkap nutrisi yang dibutuhkan. K-Kids Omega mengandung Omega 3, Cod Liver Oil, Vitamin D, dan Vitamin A. Kandungan  yang penting bagi proses penyembuhan patah tulang ialah Vitamin D yang terdapat dalam K-Kids Omega. Vitamin D berperan sangat penting dalam pertumbuhan tulang, karena perannya sebagai pelarut kalsium yang masuk ke dalam tubuh agar mudah diserap. Jika seseorang mengonsumsi susu yang berkalsium, tubuh membutuhkan bantuan vitamin D untuk melarutkannya dalam tubuh sehingga tubuh dapat menyerap kalsium secara sempurna.

Dengan demikian, kalsium yang sudah terserap oleh tubuh dapat mengisi kekosongan tulang agar tumbuh tulang baru yang kokoh. Selain mengisi kekosongan tulang yang patah, kalsium juga akan mengisi kekosongan yang terdapat pada sela-sela tulang lain untuk meningkatkan kepadatan tulang anak. (Fina/Marini)

Artikel Rekomendasi    :Perlukah DHA Bagi Anak Anda