Gondok- Kenali dan Tangani Secara Tepat

Gondok- Kenali dan Tangani Secara Tepat
Penderita penyakit gondok biasanya mengalami pembengkakan pada area lehernya dari ukuran kecil hingga sangat besar. Meski tidak merasakan sakit pada area yang membengkak tersebut, namun penderita dapat mengalami batuk, sulit menelan maupun kesulitan bernafas. Karena itu, sebelum semakin parah, perlu diambil tindakan segera untuk mengobati penyakit yang lebih banyak diderita kaum hawa ini.

Pernahkah Anda mendengar istilah penyakit kelenjar tiroid? Mungkin bahasa ini cukup asing didengar. Tapi jika disebutkan istilah gondok pasti Anda sudah mengetahuinya dan sudah dapat membayangkan seperti apa ciri seseorang yang mengalami kondisi ini. Gondok atau gondokan memiliki ciri yang sangat spesifik yakni adanya benjolan atau pembengkakan pada area leher seseorang. Tonjolan yang terlihat karena kelenjar tiroid membengkak.  

Gondok atau penyakit kelenjar tiroid ini merupakan suatu kondisi dimana terjadinya pembesaran yang abnormal dari kelenjar tiroid. Tiroid adalah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di pangkal leher tepat di bawah jakun. Kelenjar tiroid akan memproduksi hormon tiroid yang berperan penting dalam proses memelihara denyut jantung dan tekanan darah normal, mempengaruhi kerja otot, sistem perncernaan dan juga reproduksi. Dengan adanya pembengkakan ini, para penderita biasanya tidak merasakan sakit. Hanya saja ketika gondok membesar dapat menyebabkan batuk dan membuat sulit menelan atau bernapas. Selain itu, tentu saja gondok ini akan mengganggu estetika penampilan Anda.


Baca Juga : Tips Menangkal Batuk yang Menyiksa


Penyebab penyakit kelenjar tiroid sendiri antara lain karena:

1.    Hipertiroid
Kondisi dimana kelenjar tiroid mempoduksi lebih banyak hormon tiroid. Kelebihan produksi hormon ini yang menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid. Akibat kelebihan hormon tiroid akan menyebabkan gejala seperti keringat berlebihan, berat badan menurun, gemetaran, gelisah, tidak toleran terhadap panas, mudah lelah, konsentrasi berkurang, mata melotot (seperti mau keluar) dan menstruasi yang tidak teratur ataupun sedikit. Pada Hipotiroid dapat disebabkan karena kurangnya mengonsumsi makanan beryodium.

2.    Hipotiroid
Hipotiroid dapat terjadi disebabkan oleh kelenjar tiroid yang tak mampu memproduksi hormon tiroid sesuai kebutuhan. Gejala yang muncul termasuk depresi, kelelahan, tidak toleransi terhadap dingin, kulit dan rambut yang kering, tingkat kolesterol meningkat, denyut jantung menurun, konsentrasi menurun dan rasa sakit atau nyeri yang samar-samar.

3.    Infeksi
Beberapa kasus gondok dikarenakan adanya infeksi yang menyerang kelenjar tiroid yang menyebabkan kelenjar tiroid membengkak.

4.    Kehamilan dan Menopause
Pada wanita, angka kejadian gondok memang lebih tinggi. Salah satunya karena adanya perubahan hormonal selama masa kehamilan dan menopause.

5.    Autoimun

Antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang kelenjar tiroid Anda, menyebabkan ia menghasilkan kelebihan tiroksin. Overstimulasi ini menyebabkan tiroid membengkak.

Gejala penyakit kelenjar tiroid:
•    Terasa ketat atau tegang di sekitar leher
•    Batuk
•    Suara serak
•    Kesulitan menelan
•    Sulit bernafas

Cara untuk mengatasi penyakit gondok adalah dengan melalui penanganan yang tepat yaitu dengan menggunakan produk-produk K-LINK yang dapat mengatasi permasalahan tersebut yaitu:

1.    K-Link Kinotakara, penyerap racun berbentuk koyo yang dapat membersihkan tubuh dari racun-racun yang menumpuk dalam tubuh.
2.    K-Liquid Chlorophyll, selain berfungsi sebagai pembersih/cleansing, K-Liquid Chlorophyll juga berfungsi untuk menyeimbangkan fungsi asam basa tubuh sehingga akan tercipta keseimbangan hormonal.
3.    Propolis platinum, sebagai anti biotik alami yang dapat mengatasi peradangan. Dosis yang digunakan 3x5-7 tetes sehari. Dapat diteteskan langsung pada lidah atau dicampur dengan segelas air hangat.
4.    Gamat Extract Emultion, terbuat dari teripang emas yang dapat memenuhi kebutuhan yodium pada hipotirod serta sangat baik untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Dosis yang diberikan 3x1 sdm perhari.
5.    K-Epicor, berperan untuk ‘mendidik’ sistem imunitas tubuh agar tidak menyerang tubuhnya sendiri sehingga dapat mengatasi masalah auotoimun.
6.    K-Sauda VCO, dapat digunakan jika kondisi ini disebabkan akibat adanya infeksi. Dengan catatan K-Sauda VCO tidak untuk ibu hamil. Dosis yang dapat diberikan 2x1 kapsul perhari. (Fina/Marini)

Artikel Rekomendasi : Hati-hati beberapa penyakit yang mengintai di musim pancaroba