Hipertensi "The Silent Killer"

Hipertensi
Di dunia, hipertensi diperkirakan menyebabkan 7,5 juta kematian atau sekitar 12,8% dari total kematian. Sementara di Indonesia sendiri penyandang hipertensi meningkat menjadi 37% pada tahun 2015. Sebanyak 76% kasus hipertensi yang terjadi di masyarakat belum terdiagnosis atau bisa jadi 76% masyarakat belum mengetahui bahwa mereka menderita hipertensi.

Hai, mitra K-LINK yang ada di seluruh Indonesia, semoga Anda terus dalam keadaan sehat. Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang salah satu penyakit yang diam-diam membahayakan. Penyakit apa itu? Pernah mendengar kata hipertensi? Nah pada kesempatan kali ini kita akan mengupas sedikit tentang hipertensi.

Definisi
Para ahli sepakat bahwa darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu penyakit yang tergolong sebagai silent killer.

Mengapa begitu?

Setiap detak jantung memompa darah dalam tubuh untuk menghasilkan energi dan mengedarkan oksigen. Pergerakan aliran darah ini menimbulkan tekanan yang menekan terhadap sisi dari pembuluh darah. Kekuatan atau tekanan untuk mendorong ini dikenal dengan tekanan darah, akan tetapi jika terjadi hambatan pada pembuluh darah maka akan menyebabkan tekanan yang lebih tinggi atau yang kita kenal dengan hipertensi. Sehingga didapat pengertian bahwa hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi.

Terdapat beberapa klasifikasi terhadap tekanan darah. Jika kita mengecek pada alat untuk mengukur tekanan darah maka akan terlihat atau terbaca, bahwa jika tekanan darah yang terbaca adalah 120/80 dikatakan sebagai tekanan darah yang normal dan sehat . Lain halnya jika:
•    Pada angka 140/90 atau lebih tinggi, maka bisa dikatakan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
•   Tetapi jika tekanan darah berada sekitar 90/60 mmHg atau lebih rendah, maka kemungkinan Anda mengembangkan hipotensi atau tekanan darah rendah .

Apa saja penyebab Hipertensi?

Sebanyak 90% penyebab terjadinya hipertensi dikarenakan pertambahan usia. Berikut ini adalah faktor yang  memengaruhi peningkatan risiko hipertensi:
•    Berusia di atas 65 tahun.
•    Mengonsumsi banyak garam.
•    Kelebihan berat badan.
•    Memiliki keluarga dengan hipertensi.
•    Kurang makan buah dan sayuran (pola makan).
•    Jarang berolahraga.
•    Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein).
•    Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.

Gejala Hipertensi
Dalam beberapa kasus, penderita tekanan darah yang sangat tinggi bisa mengalami gejala seperti sesak napas, sakit kepala berkepanjangan, mimisan, dan pandangan kabur atau penglihatan ganda.

Akan tetapi kebanyakan penderita hipertensi tidak mengalami gejala seperti diatas, yang hanya diketahui saat pemeriksaan fisik dan sudah menimbulkan komplikasi ke organ lainnya seperti jantung , otak ataupun ginjal. Inilah mengapa hipertensi dikatakan ‘Silent killer'.


Baca Juga : Lawan Hipertensi dengan cara yang aman


Pengobatan Hipertensi
Perubahan pada gaya hidup dan konsumsi obat anti-hipertensi bisa menjadi langkah yang efektif untuk menurunkan hipertensi. Modifikasi gaya hidup yang penting dan dapat menurunkan tekanan darah adalah mengurangi berat badan untuk individu yang obes atau gemuk; mengadopsi pola makan DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) yang kaya akan kalium dan kalsium karena akan membantu menurunkan tekanan darah.

Salah satu sumber makanan yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah buah kurma.

Kurma (Phoenix dactylifera) adalah buah yang tumbuh dari pohon palem dan dipercaya berasal dari daerah sekitar tepi sungai Nil & Efrat. Namun dalam perkembangan budidayanya, kurma menyebar ke Asia dan Afrika. Kurma sendiri menjadi tanaman tradisional yang penting di Turki, Iraq, Arab & Afrika.

Kurma mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan sumber mineral kalium serta kalsium. Kandungan kalium dan kalsium akan mempengaruhi cairan tubuh, membantu kerja jantung menjadi lebih stabil, membantu menurunkan tekanan darah, sehingga mengurangi hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Bila pada bulan Ramadhan kita mungkin akan lebih mudah mendapatkan buah kurma. Namun jangan khawatir. Kini kita tidak akan kesulitan mendapatkan khasiat dan manfaat dari buah kurma dan harus repot untuk pergi ke daerah tertentu.

PT. K-Link Indonesia memiliki produk yang mengandung ekstrak buah kurma sebagai sumber kalium dan kalsium yang mampu mengurangi hipertensi, yaitu K-Honey 5 in 1.

K-Honey 5 in 1 mengandung madu murni, royal jelly, ekstrak buah anggur, ekstrak buah delima dan ekstrak buah kurma.

Karena itu, efek anti hipertensi akan kita dapatkan dalam K-Honey 5 in 1 yang mengandung ekstrak buah kurma. Selain ekstrak buah kurma, kandungan ekstrak buah delima juga memiliki kandungan senyawa flavonid yang memiliki kemampuan untuk mengurangi tekanan diastol bagi penderita hipertensi.

Tekanan diastol adalah tekanan yang terjadi pada pembuluh darah saat jeda antar detak jantung, dimana jika tekanan diastol tinggi akan mengakibatkan tekanan darah menjadi tinggi.

Untuk membantu mengurangi hipertensi dan memperbaiki tekanan darah, kita dapat mengonsumsi K-Honey 5 in 1. Konsumsi K-Honey 5 in 1 dua kali sehari satu saset, dapat diminum langsung atau dicampur ke dalam makanan/ minuman favorit.

Kita yang sehat pun boleh mengonsumsi K-Honey 5 in 1 untuk langkah pencegahan.

Nah demikian informasi tentang penyakit yang cukup membahayakan ini , semoga dapat bermanfaat ya, kalau mendengar kata hipertensi ingat K-Honey 5 in 1. Salam sehat! (Angga/Marini)


Artikel Rekomendasi : Hipertensi Akibat Gaya Hidup atau Penyakit Turunan