Bahayakah Diare Yang Mengeluarkan Darah?

Bahayakah Diare Yang Mengeluarkan Darah?
Pernahkah Anda alami gejala diare berdarah, lendir dalam tinja yang disertai dengan nyeri saat mengeluarkan tinja ?

Jika Anda mengalami hal tersebut, sebaiknya tidak perlu panik, karena bisa jadi ini disebabkan adanya infeksi saluran usus yang dikarenakan bakteri dan membuat diare semakin parah, gejala tersebut dikenal dengan disentri amoeba.

Penyakit ini dapat dialami oleh anak-anak sampai orang dewasa bahkan lanjut usia. Namun, banyak orang yang tidak paham pada keadaan diatas dan hanya menggunakan obat untuk menghentikan diare saja, padahal penyebab utamanya adalah bakteri sehingga dibutuhkan antibiotik. Sebelumnya kita simak dulu yuk apa itu disentri amoeba itu.


Definisi Disentri Amoeba

Disentri amoeba adalah penyakit infeksi usus besar yang disebabkan oleh parasit usus Entamoeba histolytica. Infeksi ini menyebar melalui tangan, makanan maupun air yang terkontaminasi dan biasanya terjadi pada daerah dengan kebersihan yang buruk.

Gejala

Terdapat beberapa gejala disentri amoeba yang sering terjadi, yaitu :
-    Mual
-    Muntah
-    Diare yang mengandung darah, lendir atau nanah
-    Nyeri pada bagian perut
-    Pendarahan pada anus
-    Demam dan menggigil
-    Kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun drastis

Sebaiknya kita selalu menjaga kebersihan disekitar kita yang merupakan langkah utama untuk mencegah terjangkitnya kasus disentri amoeba ini.

Selain itu kita dapat melakukan beberapa tindakan untuk pencegahannya, seperti mencuci tangan sebelum makan, tidak makan dan minum atau jajan sembarangan, dan menjaga kebersihan dapur dan kamar mandi.

Pengobatan

Untuk kasus disentri amoeba ini tindakan pertama yang dilakukan adalah memberikan antibiotik yang dapat membunuh microorganisme yaitu Entamoeba histolytica.

Terdapat beberapa produk yang mengandung senyawa antibiotik termasuk tanaman Radix Ledebouriella divaricata. Radix Ledebouriella divaricata mampu menghambat pertumbuhan bakteri senyawa aktif flavonoid tanaman ini mampu menembus dinding bakteri sehingga menyebabkan bakteri tidak mampu berkembang biak atau mati.

PT K-Link Indonesia menyediakan tanaman ini dalam bentuk ekstrak di dalam salah satu produk yaitu Riddance. Produk ini mengandung ekstrak Radix Ledebouriella divaricata sebanyak 0,1 gram tiap kemasannya. Riddance dapat membantu membunuh bakteri Entamoeba histolytica yang menyebabkan penyakit disentri.

Konsumsi Riddance 2 sachet sehari pagi dan malam selama 5 hari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Selain mengandung Radix Ledebouriella divaricata setiap sachet Riddance juga mengandung :

Radix Panax Gingseng, sebagai stimulan atau penguat kerja seluruh tubuh, mengandung ginsenoisdes signifikan menghambat fibrosis hati dengan mengahambat aktivasi, poliferasi, matriks metalloprotein (MMP) dan inhibitor jaringan metalloprotein (TIMP)-1 di sel stellata hati, penyebab utama fibrosis hati,  melancarkan sirkulasi darah dengan membersihkan darah dan meningkatkan kadar oksigen darah, mengurangi resiko kanker usus, serta memiliki efek sebagai antioksidan untuk mencegah aktivitas radikal bebas dalam tubuh.

Radix Glycyrrhizae Glabra, bersifat laxative, merangasang gerak perastaltik usus untuk mengeluarkan toksin didalam seluruh tubuh, menguatkan kerja liver dalam menetralkan racun serta bersifat ekspektoran, pengencer dahak dalam membersihkan organ paru.

Sehingga dengan mengonsumsi produk Riddance selain membantu menyembuhkan disentri amoeba, Anda juga telah melakukan proses detoksifikasi dan menjaga kesehatan organ tubuh Anda.

Sedikit perhatian produk ini hanya dapat diberikan mulai dari usia 1 tahun ke atas. (Angga/Inggrid)