Cegah Diri Dari Dehidrasi

Cegah Diri Dari Dehidrasi
Saat ini cuaca sedang tidak menentu, terlebih lagi dari pagi sampai siang hari sinar matahari menyorot sangat terik yang menyebabkan beberapa orang merasa dehidrasi. Dehidrasi yaitu kondisi saat air dalam tubuh tidak mencukupi untuk melakukan fungsi kerja tubuh secara normal menjadi salah satu akibat yang timbul karena kurangnya cairan, yang berpengaruh pada mood seseorang dan menyebabkan kelelahan. Sekitar 70 persen tubuh manusia terdiri dari air, sehingga air memegang peran penting dalam menjaga kesehatan. Karena itu, bila tubuh kekurangan air bisa berbahaya bagi kesehatan hingga menyebabkan kematian. 

Berdasarkan hasil studi tahun 2010 yang disebutkan oleh pakar hidrasi dunia, Lawrence E. Amstrong, PhD dan Harris R. Lieberman, PhD seorang pakar neuro-cognition dari Amerika Serikat, dehidrasi dapat berdampak negatif pada tingkat kinerja, kognitif dan mood serta menimbulkan gejala-gejala umum dehidrasi. Gangguan pada sistem tubuh ini dapat pula muncul bahkan pada dehidrasi ringan sekalipun. Dehidrasi ringan sendiri dapat menurunkan metabolisme tubuh sekitar 3 %. 

Untuk mengetahui tanda dehidrasi ringan sampai sedang diantaranya adalah mulut kering dan lengket, mengantuk atau lelah, kehausan, urinnya sedikit, airmata kurang atau kering, otot lemah, sakit kepala serta pusing atau silau melihat sinar. Segera waspada jika Anda merasakan haus berat, sangat mengantuk dan kebingungan, tidak berkeringat, urin tidak ada atau sedikit dengan warna kuning gelap, mata cekung, menggigil, kulit kering, elastisitas hilang, tekanan darah rendah, nadi cepat, kepanasan serta kesadaran menurun, karena tanda-tanda tersebut adalah sinyal untuk seseorang yang mengalami dehidrasi berat.

Tips Menghindari Dehidrasi

Berkurangnya kadar air dalam tubuh yang menyebabkan dehidrasi antara lain dipicu oleh keluarnya keringat saat beraktivitas. Jika tidak diimbangi dengan minum air putih, maka dehidrasi bisa semakin membawa dampak yang buruk terhadap kesehatan. Berikut beberapa tips untuk menghindari dehidrasi:

Asupan Air Yang Cukup

 


Jika Anda susah menghitung 8 sampai 10 gelas air setiap harinya, maka mulai sekarang biasakan untuk minum segelas air setiap kali makan sebanyak 3 kali sehari dan segelas air diantara waktu makan. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah seperti daun selada, brokoli, timun, semangka, melon, kiwi, jeruk, stroberi, dan anggur yang memiliki kandungan air tinggi guna membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi K-Liquid Chlorophyll yang berfungsi sebagai penyeimbang asam basa dalam tubuh. Saat tubuh dehidrasi, maka distribusi oksigen, mineral dan nutrisi lainnya juga terhambat. K-Liquid Chlorophyll akan membantu agar semua zat-zat ini tercukupi saat tubuh dehidrasi.

Minum Sebelum Haus



Agar tubuh memiliki cairan yang cukup, maka minumlah air sebelum tubuh merasa haus dan jumlahnya sesuaikan dengan lama aktivitas dan kondisi lingkungan tempat Anda beraktivitas. Jangan lupa untuk konsumsi air secukupnya selama dan sesudah beraktivitas. Jika Anda melakukan aktivitas berat dalam waktu lama dan dalam cuaca yang panas, maka Anda harus meminum air lebih banyak dan begitu pula sebaliknya.

Perhatikan Kandungan Dalam Air Yang Dikonsumsi

 

Konsumsi air putih yang baik dan aman untuk diminum, seperti yang mengandung mineral yang berguna untuk kerja organ tubuh, di antaranya kalsium, magnesium, natrium, fluoride, silika, dan zinc dalam jumlah yang cukup. Seven Star Water Filter yang terdiri dari 7 filter mampu menyaring air hingga 99,99% toksin termasuk klorin, virus, dan cemaran bahan berbahaya sekaligus memberikan mineral dan ion negatif yang diperlukan tubuh. Dengan Seven Star Water Filter ini, maka kadar oksigen dalam air dapat meningkat dan molekul air juga mengecil sehingga air yang sehat ini dapat diserap tubuh dengan lebih baik.  


Terapi Air

 


Jika mengalami sakit kepala, jangan buru-buru minum obat. Coba dulu dengan terapi air yaitu minum 2-3 gelas air putih, lalu tunggu 20 menit. Jika sakit kepala itu dipicu oleh dehidrasi ringan, maka akan sembuh dengan sendirinya. Bila tidak sembuh, Anda bisa meminum obat. 
  

Lakukan PURI



Salah satu cara untuk menentukan apakah seseorang sedang dalam dehidrasi bisa dilakukan dengan PURI (pemeriksaan urin sendiri), yaitu memeriksa warna urin di bawah sinar lampu neon putih atau terang dengan grafik warna urin seperti gambar di bawah ini. Selain urin pertama di pagi hari setelah bangun tidur, semua urin dapat digunakan untuk pemeriksaan ini.  Paling ideal adalah menggunakan “mid stream urine”, yaitu urin yang keluar di pertengahan saat kita berkemih. Kemudian, tampung urin secukupnya dalam wadah yang bersih dan tidak berwarna (bening). Jika Anda memiliki warna urin kuning sangat pucat transparan atau kuning transparan, maka ini adalah warna normal, dan tubuh Anda mendapat cukup air. Perhatikan pula bahwa konsumsi obat atau makanan tertentu maupun multivitamin dan vitamin B komplek dapat mempengaruhi warna urin menjadi lebih pekat sehingga tidak dapat dijadikan patokan. (Inggrid/Marini)