Stroke, Kenali Penyebabnya dan Atasi Sejak Dini

Stroke, Kenali Penyebabnya dan Atasi Sejak Dini

Stroke, adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak, akibat pecahnya pembuluh darah di otak, yang dapat menyebabkan kondisi lumpuh pada penderitanya, berupa kelumpuhan wajah dan anggota badan, bicara tak lancar, serta gangguan penglihatan. Stroke tidak lagi menyerang usia lanjut saja tapi juga menyerang usia produktif yang berusia antara 30-40 tahun bahkan anak-anak.

 

Berdasarkan laporan Institute of Health Metrics and Evaluation 2013, Stroke menempati urutan pertama dari 10 penyakit tertinggi di Indonesia. Stroke juga menjadi penyebab utama kematian pada semua umur di Indonesia dengan proporsi 15,4%. Pada kelompok umur 45-54 tahun, stroke adalah penyebab kematian terbesar di perkotaan dengan proporsi 15,9%. Sedangkan, di pedesaan stroke merupakan penyebab kematian kedua tertinggi dengan proporsi 11,5%. Pada kelompok umur 55-64 tahun, stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di perkotaan dan di pedesaan.

 

Pada dasarnya penyebab stroke terbagi dalam 2 kategori besar :

 

a.     Faktor yang tidak bisa dimodifikasi

-        Ras

Penelitian membuktikan bahwa ras kulit putih memiliki resiko lebih besar terkena stroke dibandingkan dengan ras kulit hitam.

 

-        Faktor keturunan

Orang dengan riwayat stroke pada keluarga, cenderung memiliki resiko lebih besar terkena stroke dibandingkan dengan orang tanpa riwayat stroke pada keluarganya.

 

-        Usia

Semakin tua, semakin besar pula resiko terkena stroke. Hal ini berkaitan dengan adanya proses degenerasi (penuaan) secara alamiah, dan umumnya pada orang usia lanjut, kondisi pembuluh darah lebih kaku, sehingga resiko pecahnya pembuluh darah lebih besar.

 

-        Jenis kelamin

Laki-laki memiliki resiko lebih besar daripada perempuan. Hal ini terkait dengan kebiasaan laki-laki yang bekerja berlebihan, tidur terlalu larut, dan merokok. Rokok itu sendiri dapat menyebabkan kerusakan lapisan pembuluh darah.

 

b.     Faktor yang bisa dimodifikasi

-        Hiperkolesterolemia

Hiperkolesterolemia adalah kondisi kadar kolesterol yang berlebih di dalam darah.  Kolesterol ini akan membentuk plak atau kerak dalam pembuluh darah. Jika telah menumpuk bisa menyumbat pembuluh darah sehingga berisiko untuk pecah.

 

-        Hipertensi/tekanan darah tinggi

Hipertensi merupakan penyebab terbesar dari stroke. Pada kondisi ini terjadi gangguan peredaran darah karena mengecilnya diameter pembuluh darah yang memperkecil aliran darah ke otak. Dengan minimnya aliran darah ke otak, maka otak akan kekurangan suplai oksigen dan glukosa. Apabila kondisi ini terjadi secara terus menerus bisa berakibat pada matinya jaringan otak.

 

-        Penyakit jantung

Pusat aliran darah di tubuh adalah jantung, jika pusat dari aliran darah ini mengalami kerusakan, maka aliran darah di tubuh pun terganggu, termasuk aliran darah ke otak. Karena adanya gangguan ini, jaringan otak dapat mengalami kematian secara mendadak atau bertahap.

 

-        Diabetes mellitus

Kondisi ini adalah dimana kadar gula darah sangat berlebihan. Gula darah berlebih dalam pembuluh darah akan meningkatkan konsentrasi darah, sehingga meningkatkan tekanan darah, dan juga akan menurunkan elastisitas dinding pembuluh darah. Keadaan seperti ini juga sangat beresiko untuk pecahnya pembuluh darah.

 

-       Obesitas

Kegemukan juga merupakan salah satu faktor risiko stroke. Hal tersebut terkait dengan tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah pada orang dengan obesitas.

 

-        Merokok

Orang yang merokok memiliki kadar fibrinogen darah lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak merokok. Kadar fibrinogen yang tinggi ini akan menebalkan dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan kaku. Hal ini juga mengganggu aliran darah ke otak.

 

Cegah Dengan Suplemen Tepat

K-OmegaSqua dan K-SageePlus adalah produk herbal terbaik yang sangat tepat untuk mengatasi dan mencegah stroke. Kandungan Omega 3 yang tinggi pada K-OmegaSqua mampu menstabilkan tekanan darah, mengikat kolesterol jahat yang menumpuk pada pembuluh darah, serta meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Kandungan squalene pada K-Omega Squa meningkatkan suplai oksigen ke otak sehingga memaksimalkan nutrisi sel otak untuk bekerja maksimal, dan mampu melancarkan peredaran darah, sehingga baik untuk kesehatan jantung Anda.

 

Akar sage merah (salvia miltiorrhiza) pada K-SagePlus terbukti memiliki efektifitas dalam menurunkan tekanan darah, membesarkan diameter pembuluh darah (vaso dilatasi), dan menurunkan penumpukan plak ataupun pembekuan darah berlebih. Dengan efektifitas ini, akar sage merah sudah banyak digunakan dalam terapi mengatasi stroke. Penggunaan akar sage merah secara intensif sudah dilakukan di negara maju seperti Jepang dan Amerika dalam mengatasi penyakit kardiovaskular (jantung) dan serebrovaskular (otak).

 

K-SageePlus juga merupakan suplemen herbal penting untuk meningkatkan fungsi otak, dengan mengaktifkan sel-sel otak, disamping itu juga akan merelaksasi otak sehingga sangat efektif untuk meredam stress dan melelapkan tidur.

 

Selain itu, lakukan pendekatan CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet yang sehat, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres, untuk mencegah terkena penyakit stroke (PSP/Midya/Marini).