4 Tips Merawat Kutikula Kuku, Jangan Dipotong Ya!

4 Tips Merawat Kutikula Kuku, Jangan Dipotong Ya!
Dalam menjaga penampilan agar tetap terlihat cantik, apa yang melekat pada tubuh tak akan luput dari perhatian, salah satunya yaitu kuku. Letaknya yang menyatu dengan jari-jari tangan dan kaki ini sering menjadi faktor yang membuat wanita lebih percaya diri. Para wanita pun senang menghabiskan waktu melakukan pedicure dan manicure di salon untuk mempercantik diri. Namun, adanya kutikula kuku yang keras dan berada di pinggiran kuku ternyata cukup merusak penampilan. Anda menjadi tak nyaman dan aktivitas pun terganggu. 

Kutikula merupakan lapisan tipis kulit mati yang berada dekat sekali dengan kuku. Biasanya, kutikula muncul karena Anda kurang mengonsumsi air putih, terlalu sering terkena sabun maupun detergen saat mencuci pakaian. Meski begitu, kutikula kuku berfungsi sebagai pelindung dari bakteri yang sering masuk ke bagian bawah kuku dan membunuh sel-sel hidup di sana. Oleh karena itu, kutikula kuku sebaiknya tidak dipotong atau digigit, ya. Dengan memotong atau menggigitnya hanya akan membuat kutikula kuku semakin berkembang dan menebal. Bahkan, terlalu sering memotongnya dapat menyebabkan infeksi berupa paronikia. Gejala yang dirasakan saat mengalami paronikia yaitu area sekitar kuku terasa nyeri, warna menjadi kemerahan, dan ukurannya membengkak.  


Sayangnya, banyak orang yang keliru kalau menghilangkan kutikula kuku adalah bagian dari perawatan kuku yang harus dilakukan. Padahal, kutikula yang berfungsi sebagai penghalau bakteri ini tidak boleh dihilangkan. Jika kuku Anda tidak dilindungi dengan kutikula yang bersih dan sehat, maka kesehatan kuku dapat terancam. Maka dari itu jangan hanya kuku saja yang dirawat, tapi kutikulanya juga. Lalu, bagaimana cara merawat kutikula yang benar? Berikut ini penjelasannya:

  1. 1. Jangan potong kutikula
  2. Kesalahan yang dilakukan banyak orang yaitu memotong kutikula karena merasa terganggu. Memotong kutikula dapat menyebabkan infeksi atau iritasi karena ruang kuku akan terbuka lebar dan menyebabkan segala sesuatunya bisa bebas masuk ke dalamnya. Selain itu, memotong kutikula juga dapat menimbulkan masalah seperti kuku menggembung, bintik-bintik atau garis putih. Jika terjadi infeksi, pertumbuhan kuku akan terhambat.

  3. 2. Gunakan Pelembap
  4. Kutikula termasuk bagian kulit, oleh karena itu Anda harus menjaganya agar tetap lembap. Sama seperti kondisi kulit lainnya, kutikula bisa mengering, retak, terkelupas, dan bersisik. Dengan demikian, pemakaian lotion atau moisturizer sangat disarankan supaya kelembapan kutikula tetap terjaga.

  5. 3. Hindari terlalu sering melakukan aktivitas penyebab kutikula kering
  6. Apa saja yang menyebabkan kutikula menjadi kering? Beberapa diantaranya yaitu mencuci piring dan pakaian, menggunakan cat kuku, serta menghapus cat kuku dengan aseton. Untuk Anda yang punya kebiasaan mengigit kuku, mulai sekarang harus menghindarinya dan menjauhkan tangan dari mulut. Kalau bisa Anda memakai sarung tangan ketika mencuci. Selain itu, gunakan penghapus cat kuku yang bebas aseton.

  7. 4. Pilih perawatan kuku yang tepat
  8. Bagi Anda yang sering manicure dan pedicure di salon, sebaiknya pilih salon khusus perawatan kuku yang terbukti ahli merawat kuku dan kutikula. Apabila pengerjaan manicure dan pedicure tidak sesuai, maka akan terjadi infeksi. Ketika perawatan kuku sedang dilakukan, jangan lupa untuk memberitahu manicurist kalau bagian kutikula kuku tak perlu dipotong. Caranya yaitu didorong masuk saja secara perlahan dan lembut. Jika manicurist mendorong kutikula terlalu keras, mintalah untuk berhenti. 


Nah, sudah jelas bukan tips merawat kutikula jari jemari Anda seperti dipaparkan di atas? Karena kutikula mampu menghalau bakteri yang mau masuk ke sekitar kuku, maka keberadaannya tidak perlu dihilangkan. Anda cukup merawatnya saja agar tetap sehat dan bersih, sehingga kutikula dapat berfungsi secara optimal. Selamat mencoba! (Puput/Dwita/Marini)